About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Showing posts with label malang. Show all posts
Showing posts with label malang. Show all posts

First Impression Riding KLX 150 S

Baru kemarin sore update status di FB kaya gini
"Liat trial game.. Jd pgn beli 1 motor lg. Tabungannya buat beli KLX cukup kayaknya"
Ditambah tadi pagi, sewaktu mandiin si Pio di El Kahfi Jl.Jakarta, Malang liat KLX mbladhus yg mau dicuci, jadi semakin ngidam ama KLX.

Namanya juga lagi ngidam, lha ini ada kesempatan untuk free test ride, ya dijabanin toh.
Well, sore itu setelah olahraga jogging di seputaran kampus Brawijaya. Teman kost adik saya, yang tunggangan sehari-harinya KLX 150 S datang. Adik sepupu saya langsung pinjem dan yang terlebih dahulu nyobain KLX nya, kemudian gantian baru saya.

Sipp, inilah motor yang saya cari. Riding position yang pas, shock yang empuk dan tarikan yang enteng dan responsif. Test sebentar di jalanan kampung sekitaran kampus. saya sengaja cari jalan yang banyak polisi tidurnya, berjalan-jalan sekitaran 1 km lah.

Suspensi depan belakang terasa empuk, beda jauh ama shock Scorpio saya yang memang sudah dimodif agak keras. Handling mantab, cuman nggak berani lebih memacu atau bergaya bak supermoto rider. Lha wong berbugil kaki alias ndlamak, celana pendek, baju ala kadarnya bro. takut ndlosor ntar. Kayaknya dengan riding gear lengkap, berani nyoba mbelok ala counter steering neh.
Tarikan enteng khas motor yang didesain melahan jalanan sulit..

kapan ya bisa punya sendiri, buat nemenin si Scorpio dan HSX125R. Mungkin bila angsuran HSX 125R dah lunas, mendingan HSX nya dijual buat beli KLX..
Teringat nostalgia jaman masih kerja di Malang dulu. Tiap minggu jalan-jalan dan adventure pakai motor trail.

Honda Otocontest 2010, Malang

Rencana ke Malang sebenarnya agak sedikit terganggu, hal ini diakibatkan matinya relay assy motor Scorpio saya. Namun, sabtu siang kemarin saya tekatkan untuk berangkat. Ditemani dengan body dan knee protector yang dibalut jas hujan, scorpio berangkat membelah hujan. whatever dengan perjalanan yang agak menyeramkan akibat matinya seluruh kelistrikan.

Hari minggu mari luangkan waktu sejenak untuk melihat Honda Autocontest 2010 di halaman MOG, Malang.

cekidot foto-fotonya :

"american style"
"simple= Black & white"
"bebek-bebek cute"

Biar seger jangan lupa liat ini bro. Cekidot :
Selain terdisplay ratusan motor honda modif maupun klasik (artikel selanjutnya), juga diadakan pemilihan miss honda, lomba airbrush helm GIVI, lomba foto handphone, dan lomba mekanik setingkat SMK.CMIIW.

Mari Perangi para Perusak Pohon!!

Setelah sempat vakum beberapa bulan. Rembug Kampung Malang Ijo Royo-royo IV kembali diadakan dengan format yang berbeda. Kali ini sebagai gong atau puncak acara MIRR IV, diadakan Rembug Kampung Bareng di depan Balaikota Malang pada tanggal 15 Januari 2007, pukul 19.00. Rembug Kampung tersebut disetting dengan tema Malangan tempo dulu. Dari mulai setting panggung yang dilengkapi warung ijo royo-royo, yang menyajikan jamu gendong, musik campursari Mustiko Laras dari Junrejo Batu, sampai dengan makanan khas tahu tek/ tahu lontong, tahu campur, putu, soto, sego jagung, bakso malang sampai angsle.
Hadir sejumlah pejabat pemkot Malang, seperti Walikota Malang Drs. Peni Suparto, M.AP. sampai dengan wakil dari Legislatif dan Yudikatif kota Malang. Tidak lupa hadir lurah sekota Malang, juga perwakilan dari 22 RW yang telah disambangi oleh tim Rembug Kampung.
Malam itu, selain acara rembugan sebagai upaya mencari solusi atas semua permasalahan yang terjadi di kota Malang, juga diumumkan para pemenang lomba lingkungan hijau. Disertai pula penyerahan piagam penghargaan sebagai ucapan terima kasih Pemkot Malang atas suksesnya MIRR kepada pihak Sponsorship.
Masalah pembangunan masih mengemuka, disusul dengan adanya banjir di sektor barat kota Malang yang meliputi daerah Sumbersari, Gajayana, Galunggung dan Dinoyo. Di akhir acara Walikota didaulat untuk meneriakkan yel-yel untuk memerangi para perusak pohon. Terutama di jalur-jalur utama kota Malang yang marak akhir-akhir ini.
Rembug Kampung, sebagai sarana efektif bagi rakyat untuk menyalurkan aspirasinya terhadap eksekutif dinilai berhasil. Contohnya, pada pembangunan fly over Arjosari, masyarakat bisa diajak untuk memahami pentingnya pembangunan tersebut, yang pada awalnya banyak ditentang warga sekitar. Juga adanya realisasi pembangunan fisik gorong-gorong, pagar makam dan radio lokal bagi karang taruna di RW.5 kelurahan Karang Besuki.
Di Rembug Kampung Bareng, yang rencana awalnya disetting, untuk dipaksakan diadakan (karena dana untuk Pemilihan Putri Lingkungan Hijau tidak mencukupi) akhirnya berhasil dilalui dan diselesaikan, walau hanya tersedia waktu 1 minggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Semoga, pembangunan di kota Malang, sejalan dan selaras dengan keinginan semua pihak, terutama warga Malang yang merasakan langsung pembangunan tersebut.

Geng Motor di Malang (sebuah Fenomena sosial #2)

Sekembali dari Rockphobia. Di kota Malang, semalam itu, (pukul 12 tengah malam) masih bisa dilihat berjajar-jajar Klub Motor dan Mobil. Dari mulai Mio; Shogun, baik Sam atau bukan; Tiger original pabrik, Modif Sport dan semi Enduro (trail); Mega Pro, Vespa!!!!, Mobil Civic-cielo ; Kijang, bahkan masih banyak yang laen (sayang gak ada Klub Prima), menjadi suatu keasyikan tersendiri bila anda menyusur jalan-jalan protokol di sepanjang jalan Ijen, Alun-alun dan Balai kota Malang. Biasanya klub-klub tersebut akan memarkir kendaraan mereka dan berkumpul berkelompok sesuai dengan tipe motornya tiap malam minggu. Walau mungkin anda juga bisa melihat hal serupa di sekitar alun-alun Batu, namun tak seramai di kota Malang tersebut.

Berbagai macam komunitas berkumpul, berjajar secara apik. Sesekali ada konvoi simpatik dari komunitas Mio yang penuh lampu flash berwarna-warni. Vespa-vespa antik, Vespa yang aneh-aneh modifikasinya (setir kanan tinggi, setir kiri pendek) dan dari NIC'S (Ninja'e arek Malang) yang menarik untuk dilihat sembari menikmati kopi di warung sekitar.

Bukan berarti, tak ada gading yang tak Retak. Kegiatan konvoi dari klub tak bernama, yang terdiri dari “Motor Tiger dan Megapro”, sangat membuat hati menjadi jengkel. Dengan menyalakan sirine, mengacung-acungkan senter flash ala Polisi, ditambah dengan kecepatan diatas 60 Km/jam, bahkan tak segan mereka akan memepet kendaraan anda agar berhenti dan memberikan jalan. Apakah ini yang namanya kebrutalan Geng Motor?.

Jika dibiarkan, kenekatan dan ke'egoisan mereka menggunakan sarana jalan umum milik warga, akan berubah menjadi tindakan yang lebih anarkis. Malah sifat ugal-ugalan tersebut akan diikuti oleh klub motor lain. Walau malam itu, saya juga melihat secara langsung kelihaian dari ketua Geng Motor (maaf, kita menyebut Tim Sabhara Polresta Malang demikian), dan juga kelihaian dari BSC (Brantas Street Crime) yang tanggap atas kejahatan di jalan (menilang motor maksudnya...Peace). Kita tidak berharap anarkisme klub Briges (Brigade Seven) di Bandung menular ke klub-klub motor di Kota Malang yang tertib ini.

Semoga Tim Sabhara dan BSC tak hanya tanggap bila ada pelanggar lalin dari pihak umum dan diam jika ada klub yang bertindak tidak simpatik.

Semoga.

PUNK (sebuah fenomena sosial #1)


Tawuran massal terjadi di Dome UMM malang pada Sabtu,8 Desember 2007. Kekisruhan sudah terjadi pada saat awal, yaitu pada saat seleksi masuk penonton. Dimana barikade panitia berhasil dijebol.

Dalam acara Rockphobia yang diusung oleh Marlboro mix 9 tersebut, tidak sampai terjadi tindakan anarkis. Dan tawuran tadi hanya sebatas tawuran “tradisi” dari anak PUNK, yang menonton konser Saint Loco dan Superman is Dead malam itu.

Walaupun begitu, pihak panitia dan Sampoerna Malang sebagai sponsor, sempat kewalahan dan ketir-ketir. Umumnya konser Rock diadakan di ruang terbuka, akan tetapi semalam diadakan di Dome UMM yang merupakan ruang tertutup. Kekhawatiran tersebut timbul dari banyaknya massa, sehingga ditakutkan struktur beton dari gedung tersebut akan ambrol dan membahayakan penonton.

Dengan model rambut ala “Kangen Band”, Celana panjang ketat atau celana pendek ketat. Aksesoris besi di sekujur tubuh, tindik dan kostum hitam, sehitam kulit mereka yang jarang mandi, saya jadi terenyuh.

“Anak'e sopo ae rek?”
“Blas gak ketok nek wong, ndrembis (dekil)”

Jika anda sering ke kota Batu, maka di perempatan Klenteng akan dilihat banyak anak-anak hilang seperti ini. Walaupun mereka tidak melakukan tindakan kriminal, akan tetapi dandanan mereka sangat tidak sedap dipandang, karena mengurangi kenyamanan.

Menurut liputan mas Kholid Amrullah, wartawan Jawa Pos Radar Malang wilayah Batu. Mereka rata-rata berasal dari luar kota Batu. Untuk hidup sehari-hari, mereka mengandalkan dari kesetiakawanan dari sesama PUNK dan hasil ngamen. Bisa diterka juga, bahwa sebenarnya rata-rata dari PUNK berasal dari keluarga yang berada. Sehingga, selama 3 jam konser saya amati secara detail, person per person, bahwa tidak semuanya PUNK dekil. Banyak juga yang keliatan terawat. Baik dilihat dari dandanan ataupun dari wajahnya.

Walaupun begitu, mereka adalah masalah sosial bagi kita. Masalah yang timbul akibat derasnya budaya luar yang tidak terfilter. Meski mereka mampu memfilter sendiri, tetapi apa lacur, mereka itu rata-rata masih anak muda yang emosinya masih tinggi, yang masih membutuhkan uluran tangan kita untuk menemukan jati dirinya. Sehingga, tenaga anak-anak muda tersebut tidak tersia-siaka hanya dengan tawuran massal saja.

Embong di Kota Malang (Part 2).

Jalan di kota Malang semakin mulus dengan adanya penyemiran kembali jalan-jalan protokol. Namun bila kita menyisir jalan yang ada di pinggiran kota Malang, maka hal tersebut masih belum berlaku. Bahkan jalan JA. Suprapto, yang selama ini dijadikan pelaksanaan Program RR masih belum ada perubahan sama sekali. Disepanjang jalur masih banyak akar pohon yang menyembul, yang membuat aspal di jalan tersebut rusak dan membuat perjalanan Angkot dan Roda 2 menjadi TIDAK NYAMAN SAMA SEKALI. Semoga dinas yang terkait segera melakukan pemeratan pembangunan dan perawatan atas sarana dan prasarana yang ditanganinya

Pesona Kondang Merak, Malang


Bila minggu kemarin, saya ke Pantai Sepelot, untuk minggu ini saya diajak Bang Doli ke Pantai Kondang Merak. Dengan persiapan seadanya(emang rencana langsung balik), kita meluncur dahulu ke rumah Bang Hendrik SAM, ke bengkel dahulu, nunggu temen-teman "Trail Pakis Aji". Dalam perjalanan sudah disambut hujan di kota Kepanjen. Meluncur ke Kondang merak tambah deras, akhirnya kita berhenti sejenak di Wonokerto untuk mengisi perut dengan gorengan dan menyiapkan bekal-bekal apa yang kurang.
Sayang sekali, hutan yang kita lewati selama telah banyak yang gundul, betul-betul gersang.
Kita sempatkan istirahat dan ambil gambar di JLS (Jalur lingkar selatan). Jalanya sudah lumayan mulus, tapi setelah itu...
Banku hancur kena paku. Jadinya Udah ceper, gak bisa ngimbangi motor-motor trail dan enduro yang lain yang dengan santainya melahap jalanan berbatu. Ampun.
Untungnya ada P. Basuki(warga Kondang Merak) yang punya ban dalam cadangan. Dan akhirnya ban sobek yang telah menghabiskan 1 lembar tambalan itupun kita bungkus aja.Gagal sudah rencana langsung balik ke Malang.


Malamnya kita dijamu dengan api unggun. Makan malam ama sayur tewel, kerang pedas dan Lobster sungguh membuat perut merasa termanjakan. Apalagi di'iringi debur ombak pantai selatan. Dan, di tempat terpencil tersebut kita masih sempat nonton Persema vs Persiwa. Karena memang ada warga yang pnya Genset.
Dan, malam pun tak bisa dinikmati dengan tenang karena banyak nyamuk, mau tidur di kapal tetep aja dikejar binatang malam itu. Akhirnya, daripada nganggur akupun mencari kerang. Sampai jam 2, aduh ngantuk...
Wah, untung ada dipan yang kosong di rumah P. Edi (warga), akhirnya bisa juga tidur dengan tenang...
Sjarah nama kndang merak, berasal dari adanya "kondang" atau "kedung"(kolam), pertemuan air tawar dengan payau. yang dahulunya sering digunakan burung merak untuk mencari minum, tapi dimana Burung Merak itu sekarang??/

Mengintip Perawan Sepelot, Tirtoyudo.(20 Oktober 2007).



“Wis ta lah, melu wae.” Begitu rayuan Bang Doli (M. Paem Doli G. Siregar, Redaktur foto Jawa Pos Radar Malang) kepada saya. Padahal siang itu saya baru sampai kantor.
Dengan modal nekat, perut lapar dan sepeda motor pinjaman, akhirnya kita berempat berangkat. Saya, Irul (Wartawan Jawa Pos), Irul “ndut” (Pemasaran Jawa Pos) dan Bang Doli tentunya.

Dengan jalan berkelok-kelok dan sempit. Diiringi harumnya bunga tanaman kopi serta kabut tipis yang mulai turun sore itu, tiba-tiba sesampai di atas salah satu bukit... Wow.....

Capek selama perjalanan selama 4 jam tercicil dengan pemandangan indah teluk di selatan Malang. Pemandangannya betul-betul indah. Hamparan pasir putih terlihat diapit oleh bukit-bukit menjulang disekitarnya. Dari atas bukit terlihat ada 2 teluk, tetapi kita hari itu berencana ke Pantai Sepelot, Pujiharjo, Tirtoyudo. Teluk sebelah timur.

Tepat jam 4 terbayar lunas rasa penasaran saya.
Ya Allah, Pantai Sepelot begitu indah.

Laut lepas Samudera Hindia terlihat seakan tanpa batas.
Pasir pantainya putih bersih.
Suasana sepi menusuk ke hati.
Buih-buih putih terlihat saling berkejaran, seakan-akan dia berlomba untuk menghampiri dan menyapa.
Hawa semilir menelusuk ke sendi.
Air laut menggelitik di sela-sela jari kaki.
Kapal nelayan yang sedang berlabuh di lepas pantai, berayun-ayun diterpa ombak.
Rasa takjub seakan tak habis membahana di mata.
Sejuk merasuk menenangkan hati.




Berbeda dengan Pantai Sendang Biru yang ramai dengan hasil ikannya, Sepelot adalah pantai penghasil pisang. Dari pisang susu, kepok, raja dan masih banyak yang lain. Menurut Pak Ali, warga sekitar. Pisang adalah komoditas utama di daerah tersebut. Biasanya pisang-pisang tersebut dikirim ke sekitar kota Malang. Memang sejak kita mulai masuk dari jalan raya Malang – Lumajang, terlihat kebun pisang di kanan-kiri jalan. Selain itu juga terdapat kebun kopi dan kebun tebu milik warga.

Kita berempat mengobrol. Sesungguhnya pantai tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata. Semisal dengan pelebaran jalan, cottage/ hotel, jet ski atau kereta gantung seperti Genting Island di Malaysia. Sehingga diharapkan wisatawan akan tertarik untuk berkunjung. Toh, anda pasti akan memilih menginap karena jauhnya jarak. Lagipula listrik dan aspal mulus sudah menjangkau. Tinggal bagaimana cara Pemkab Malang untuk menarik investor.

Sayang sekali, sore itu saya harus langsung kembali ke Malang. Sehingga tidak bisa merasakan bermalam di pinggir pantai, merasakan angin malam samudera lepas, ngrokok, ngopi sambil makan ikan bakar hasil tangkapan nelayan. Setelah puas mencari kerang, saya harus kembali merasakan rute Pujiharjo-Tirtoyudo-Dampit-Turen-Bululawang-Malang.

Closing Party...


Sebelum mudik besok, kusempatkan ama temen-temen liat takjilan di Soekarno-Hatta. Ampun, sudah sepi ternyata.
malamnya kita billyard di O2, ampun juga.. kok sepi banget... ampe ngantuk...
Mungkin karna sebagian warganya adalah pendatang . Jadi warganya yang kebanyakan mahasiswa sudah pada pulang...trus sepi....

Sambang Kampung Puncak Mas, Mojolangu

Mengikuti acara sambang kampung bersama putri lingkungan jum'at 5 oktober 2007 kemarin. Ada sedikit oleh-oleh yang bisa saya ceritakan.

Ternyata penghijauan di RW 14, Mojolangu sangat bagus. Puncak Buring,Kedung kandang yang saya kunjungi sebelumnya kalah bagus. Bagus karena tanamannya bener-bener hijau segar, bagus juga karena banyak tanaman produktif yang pada saat itu bisa langsung kita petik : mangga, juwet putih, pepaya dan banyak lainyya. Ampe sungkan ama warga sana bawain buah-buah tersebut.

Tetapi, memeng patut diacungi jempol, ternyata di tengah lingkungan Jl. Soekarno-Hatta yang padat, masih ada kepedulian warga untuk memanfaatkan tanahnya untuk menanam tanaman produktif.


Jadi gak melulu tanam bunga. Memang Dinas Pertamanan memproyerksikan "MAKOBU", tetapi kita tidak bisa memukul rata semua wilayah. Ada yang cocok ditanami bunga, ada yang cocok tanaman perdu bahkan ada yang bagus jika tanaman produktif. Semoga P.Mardjono (Ka. Dinas Pertamanan, Kota Malang) memikirkan hal tersebut.

Jalan Pujon Kidul Sudah Mulus


Saya sadar, bahwa perjalanan saya dari Malang ke Pujon Kidul hari minggu kemarin, bukanlah dekat. Saya kaget kok cepat sekali sampai lokasi, tetapi yang lebih kaget lagi, ternyata jalan masuk desa Pujon Kidul, yang dulu sempat sebagai jalur alternatif Malang-Jombang, kini sudah diaspal halus. Berbeda sekali dengan saat kita Penghijauan 12 Maret lalu. Bahkan kita harus pakai motor trail agar lancar melahap jalan pegunungan tersebut.
Selamat untuk Warga PUJON..
Semoga tanaman yang kita tanam bulan maret kemarin masih ada, dan maaf belum bisa melihat kembali lokasi penghijauan karena keterbatasan waktu.

Nasi Empok ala Pujon Kidul

Minggu 07 oktober kemarin, saya berkesempatan makan Nasi empok (sego jagung) dengan sayur lodeh tahu-tempe yang ,wuuuaah.. pedesnya ,ditambah opor ayam yang luezat di Pujon Kidul. Makanan yang "mak nyusss...".

Di Desa Pujon kidul, minggu sore kemarin diadakan acara buka puasa bersama. Dengan deretan aneka macam Takjil sepanjang 1,1 km. Menurut Amin, ketua panitia setempat, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2003 lalu. Dan menjadi tradisi warga Pujon Kidul tiap ramadhan tiba.

Rencananaya acara tersebut di "MURI"kan. akan tetapi karna memang MURI adalah organisasi Nirlaba, sehingga perlu sogokan uang sebesar Rp.7 juta, agar bisa dapat piagam. Terlepas dari hal tersebut, acara tersebut tetap berjalan meriah dan sukses. Dan temen-teman media banyak yang datang. Termasuk juga warga sekitar Desa Pujon Kidul tentunya.
Dan Radar Malang sebagai salah satu sponsor, berkesempatan untuk menyerahkan Piala Penghargaan atas prestasi warga Pujon Kidul Tersebut.



Rasa kebersamaan warga desa jelas terlihat minggu kemarin. Tanpa dikomando mereka sudah mempersiapkan acara sejak siang, dan saat buka tiba, warga langsung menghajar habis takjil yang ditata diatas meja. Rame , seru dan geli melihat tingkah laku mereka. mas, photo-mas..

Pulangnya kita, temen-temen media disangoni susu murni 2 liter, cukup banyak juga seh. Lumayan dapet oleh-oleh yang bergizi...

Barokah Banjir, Hujan Pertama (Di Malang)

Ketika perjalanan pulang sehabis nyari R310 dari Malang Plasa, sekitar pukul 14.00, kota Malang diguyur hujan yang lumayan deras.

Byur.........Basah deh.(kayak iklan ajah).
Bukan derasnya yang bikin jengkel, tapi setelahnya..., yaitu banjir. Sewaktu saya lewat Veteran (depan Matos) dan meluncur ke arah barat ke Jalan Gajayana... wow, ampun macetnya. Ternyata banjir di perempatan ITN sudah 1/2 ban sepeda, atau sekitar 30 cm. sehingga menyebabkan banayak motor mogok, dan menciptakan kemacetan yang panjang.
Iseng-iseng noleh ke Pos Kemitraan Polisi, eh... Polisinya lagi asyiik baca koran.PAYAH!!!!
Emang sih bukan Polantas, tapi BRC,pasukan Elite Polresta Malang. tetapi kesadaran gitu loh....kan sama-sama Polisinya.Sama-sama Abdi Negara.Pengabdian bang.



Malah ini ada lagi, Kimpraswil memperbaiki gorong-gorongnya rada telat dikit, tapi lumayanlah. pembangunannya sudah baik, cepat dan benar-benar menyentuh daerah yang selama ini banjir, minus daerah diatas tadi. Sehingga bisa mengurangi daerah banjir di kota "sejuta Ruko" ini.

Jadi, saya sarankan.jika anda mau mudik ke Malang dan kehujanan. siap-siap kena banjir di kota pegunungan ini.

Or0-Oro Dowo, 06 Oktober 2007

Keindahan Lain Kedung Kandang


Setelah tahu dengan mata kepala sendiri indahnya sunset di Puncak Buring, yang masih wilayah Kecamatan Kedung Kandang. Ini ada satu lagi potensi wilayah di kecamatan tersebut. Wisata Rolak. Tapi sewaktu saya acara Rembug Kampung April kemarin jalanannya masih makadam, padahal masih ikut Kotamadya Malang, yang notabene adalah kota besar di Jawa Timur.

View Sunset in Malang?, Why not.


Hari Selasa,2 Oktober 2007 alhamdulillah ada waktu untuk ikut
dengan teman-teman Putri Lingkungan dalam acara Sambang kampung
di Perumahan Puncak Buring.
Perumahan di Bukit Buring tersebut sangat asri,bersih dan tertata rapi,
sehingga pantas menjadi salah satu pemenang Lomba MIRR
(Malang Ijo Royo-Royo) yang dihelat oleh Radar Malang, Sampoerna Hijau dan Pemkot Malang. Dari puncak bukit kita bisa melihat keindahan kota Malang dan indahnya sunset.

“what are wonderful world”, begitu kata Elton John.

Ini saya bagi keindahan sore itu lewat foto.