About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Showing posts with label adventure. Show all posts
Showing posts with label adventure. Show all posts

Journeys to Bromo (jalannya Kentirr, mak nyusss buat adu nyali)

Setelah menyelesaikan administrasi di kantor, sabtu siang jam 10.00 tgl.25, saya meluncur ke Malang, siang itu kita bertiga, saya (touringrider), bro WSP dan Azizy berencana untuk Touring bareng ke Bromo. Sekalian Kopdar bareng blogger Indomotoblog (Mas Taufik, Mas Tri dan Mbah Edo (ada bro Roda Gila jg kayaknya)).


Saya menyusul bro WSP di pasar lawang, kemudian menyusul bro Azizy di pertigaan jalur Bromo Via nongkojajar. Sebelum bertemu bro Azizy, sempet diguyur hujan deras di Fly over Lawang, namun laju motor nggak bisa dihentikan.qiqiqiqi..

Menyusuri jalan yang asing, touringriderpun cukup menjadi sweeper, alias yang paling belakang. Maklum, belum pernah touring ke Jatim sebelah timur.

Jalanan via Pasrepan benar-benar menantang, kualitas belokan sangat yahud. Jalur Pujon-Ngantang-Kasembon yang biasanya saya libas di akhir pekan masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan. Wel, walaupun beberapa kali CB bro azizy rewel, namun darah muda yang masih mengalir di jiwanya, mampu mengalahkan motor CB tua yang ditungganginya (applaus buat Bro Azizy).

Setelah istirahat beberapa saat di gardu pandang, pertigaan sebelum penanjakan, saya kebagian ngebonceng bro Azizy karena CBnya sudah bener-bener tak mampu diajak jalan. Jalanannya benar-benar menantang. Terjal, curam dan makadam. Hanya 1 yang saya pikirkan waktu itu "asemmm, velg CW Scorpio ane baru neh!!.hahahaaaa..

Berbekal GPS, bro WSP menjadi penunjuk jalan yang handal. Bro azizy berkali-kali mensupport saya, "awas jurang disebelah kiri", "awas jurang di sebelah kanan", "awas turunan curam". Jangan harap si Pio sukses 100% melahap lautan pasir, berkali-kali saya dan bro azizy hampir jatuh gara-gara selip, puncaknya saya tidak mampu menghandle spin di kubangan lumpur, dan..srutttt.. bruak.. (*maaf loh bro azizy,agihihihi).

Alhamdulillah wa syukurillah, dapet nasi Kotak dari Yamaha.. laper euy.. Sembari makan, saya ngobrol dengan Mas Tri, mas Taufik, Mbah Edo dan Pak Paulus dari YMKI. Mulai masalah istilah dan definisi ambles, kepala klingon, moncer dll. Suasana akrab khas brotherhood langsung mengalir begitu saja. Diiringi musik dari Steven & coconut trees and shaggydog.

Setelah acara Launching, para Artis Indomotoblog harus balik ke Hotel. Touringrider, WSP dan Azizy masih ingin narsis-narsis dulu di situ. Maklum, kalau ndak ada acara foto-foto kkhan nggak afdol. Setelah puas, kita kembali menyusuri jalan menuju penanjakan.

Tetap dengan GPS nya bro WSP menjadi navigator handal. Sempat disalip ama KLX, tapi kaciaaannn.. kesasar KLXnya.hahahaha.. Sampai-sampai harus dikejar oleh warga lokal yang mengingatkan.

Dan, inilah saatnya menguji nyali di penanjakan.. brummmm, si Pio asli kewalahan menaklukkan tanjakan. Karakter Scorpio saya yang responsif, dipadu dengan jalanan makadam yang terjal, membuat saya miris.. Pikiran saya selalu : Velg-velg dan velg.. tambahan juga, Kampas Kopling sebenarnya waktunya ganti Sabtu itu, namun saya paksakan untuk Touring dahulu. Walhasil, bro Azizy harus pakai acara jalan kaki. Setelah sampai di jalan yang lumayan mulus, si Pio kembali melenggang, hehehe..

Jam12 malam, Sembari menunggu sunrise, kita nginep di salah satu warung. Makan minum kopi dan mie telor sambil ngangetin badan di depan perapian. Pagi sekitar jam4, mulai banyak wisatawan datang. Kitapun ikut bersiap.

Masya Allah.. indahnya sunrise di Bromo. Saya nggak akan banyak cerita, silahkan dinikmati saja gambarnya.

Ada beberapa hal yang harus saya akui dari touring kali ini.

  • Darah tua (saya dan WSP) emang masih kalah ama darah muda (Azizy).aghihihi..
  • GL Pro series adalah Motor eces dan sip untuk menaklukkan jalanan terjal Gn.Bromo. (nih artikel dari Bro Azizy)
  • Pakai Mio?? Vario?? kasihan motornya. :))

Scorpio rasa CDI BRT

Speeder freak seperti saya, tak akan puas dengan kecepatan yang sudah dicapai. Rasa penasaran dan keinginan untuk merasakan sensasi melaju high speed di motor kesayangan harus terus dikejar.

Untuk mengobati rasa penasaran, sebelum lebaran, CDI Scorpio asli bawaan pabrik saya ganti merk BRT. Harganya Rp.340.000,-, tinggal Plug and Play saja alias PnP. Saya dapat barangnya di 73 motor, Madiun. (saya sangat kesulitan nyari bengkel Modif di Kediri).

Untuk rasanya setelah dipasang dan di test Ride selama 1 bulan, sebagai berikut.

Gigi perseneling 3, RPM 7000, mencapai kecepatan 80 Kpj. Gigi 4, RPM 7000, mencapai 100 Kpj, Gigi 5 nggak pernah nyoba. Untuk RPM Maksimal yang pernah saya coba adalah 9000RPM, Gigi 4 bisa mencapai 120Kpj. Gigi perseneling 5??? nggak tahu deh.. Jarang pakai Gigi 5, masuk gigi perseneling 4 saja sudah cukup.

Sedikit saran buat teman2 yang ingin mengganti ke BRT, ada obrolan saya dengan teman Scorpioholic di Fb, agar Accu jangan sampai tekor.

semoga bermanfaat.

Scorpio ngidam Velg 17″

hihihi, emang nih, Scorpio saya sudah ngidam velg 17″ sejak dari bulan Desember tahun2009 kemarin. Alhamdulillah, rejeki THR dan Insentif dari kantor cair tepat pada waktunya. Daripada kelamaan ngendon di tabungan yang ditakutkan malah akan terpakai untuk keperluan lain, maka lekas-lekas saja dibelanjakan. walaupun eman dengan ban Swallow x-worm yang masih lumayan.hiks.. (sapa yg mau? bekas tapi)

ban lama Pio

Malam sebelumnya (8 september 2010), saya nongkrong dengan teman-teman V-nom (V-ixion Owner Madiun), karena liat modif-modif keren dan ngobrol masalah motor, makin keracunan dah, dan yang jelas makin menjadi-jadi niat untuk ganti velg.

Setelah beberapa kali survey di seputaran kota Madiun, maka jam 10 pagi tadi (9 september 2010), si Pio saya masukkan ruang rawat inap ke 73 motor.

Si Pio ngidam velg ring 17″ merk I-Pro. sebenarnya dia ingin merk Power-1. Sayang, saya kehabisan stok waktu ke Wisnu motor. Untuk bannya, saya sarankan agar Pio memilih Corsa 110/70-17 untuk depan dan 120/70-17 untuk belakang, tambah yahud dia menginginkan tubeless.

Untuk daftar belanjaannya di 73 motor, Jl.Cokroaminoto 86 Madiun, sebagai berikut :

daftar belanja di 73 motor

1 set Velg I-Pro Ring 17″ CW Rp.1.085.000,-(udah discount loh)

1 Ban Corsa ukuran 110/70-17 Rp.260.000,-

1 Ban Corsa ukuran 120/70-17 Rp.290.000,-

2 pentil tubeless Rp.15.000,-

2 Lager TDR 6202C20 (krn orinya oblak) Rp.40.000,-

Saya masih belum puas, karena posisi spatbor depan masih cungkring,

velgnya masih cungkring

so mekanik 73 motor minta dibawa kesitu lagi hari senin 13 september 2010. Dikarenakan sore itu mereka sudah mau siap-siap merayakan Takbir Lebaran.

Setelah mengeluarkan total Rp.1.690.000,-, si pio bakalan nambah ngidamnya, ninggikan monoshock belakang pada hari senin 13 september nanti. Moga-moga rejekinya masih ada ya..

penampakan baru si Pio

Wew, muacet ternyata jess..

3 hari sebelum lebaran Kluyur-kluyur, sekalian persiapan buat pekerjaan habis lebaran entar, ternyata rame sekali jalannya.. gileeee..

Di Jombang, yang notabene pusat keramaian terpusat di Pasar Besar siang itu terlihat sangat rame, apalagi di depan Toko Keraton.

Keramaian di depan Toko Keraton

Tambah parah di Babat, Lamongan.

Di Babat Lamongan, kemacetan terjadi karena parkir truk yang sedang melakukan bongkar muat terlalu memakan jalan. Hal itu diperparah angkutan umum yang ngetem seenaknya. Memang, di kota kecamatan yang merupakan pertemuan 3 kabupaten yaitu Lamongan, Bojonegoro dan Tuban ini, geliat ekonomi sangat terlihat.

bongkar muat plus pengemudi tanpa helm

Nagh, kalau dari Kediri ke arah Malang kemarin, kemacetan masih terjadi akibat perbaikan Jembatan Ngeprih, Pujon yang masih belum selesai.

kondisi jembatan Ngeprih, Pujon

So, buat bro-bro semua. Hati-hati di jalan, yang banyak stok sabarnya, kewaspadaannya karena banyak orang belanja mendekati lebaran ini. Dan bisa dipastikan semakin macet.

Touring Nostalgia

Saat masih semester 4, sekitar tahun 2002an, rasa penasaran akan jalur selatan Jawa Timur (Malang-Ponorogo) memuncak. Jadi sewaktu ada tawaran mudik naik motor secara bersama-sama melewati jalur selatan dari teman, saya pun mengiyakan.

*foto Jadul ketika di Disperta Blitar. masih dengan Prima AG 6888 TD.

Kemarin, Minggu 11 Juli 2010 saya ingin kembali mengulang memoar itu..cieee.. huks.huks..

Setelah sholat dhuhur, sekitar jam 12.30, saya menstart motor dari daerah Dinoyo ,Malang. Posisi odometer saya "0" kan (Zero). Selama jalur Malang-Kepanjen, kecepatan hanya berkisar 60-80kpj. Seperti biasa, jalur ini memang ramai dan rawan kecelakaan. slow down saja.

Selepas Sungai Metro Kepanjen, si Pio bisa berlari dalam kisaran 100-120kpj. Setelah sejenak beristirahat di tengah tanggul/tembok Bendungan Lahor, perjalanan berlanjut. Walaupun dengan suasana mendung yang menggelayut.

*si Pio mau foto2 dulu.

Saya sempet bingung saat keluar dari pertigaan Desa Selorejo, maklum kompas dan GPS nangkring di Tas. Setelah memakai Garcot alias Garmin cocot (hehehe), perjalanan bisa dilanjut. Sayang, gara-gara hidung yang gatal entah kena apa, perjalanan dari Selorejo sampai di Wlingi agak terhambat. Beberapa kali saya minggir dan berhenti, hanya untung mbenerin nih hidung.

Alhamdulillah, saya sampai di kota Blitar sekitar jam 2an. Menurut diajeng, perjalanan 2 jam itu sudah lama. Loh, yg bener berapa jam? katanya Malang- Blitar bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam. Maklumlah, namanya juga nostalgia, dinikmati dong.. lama gak apa-apa..

Menikmati suasana damai, tenang dan nyaman. Hamparan sawah dengan padinya yang menghijau bak permadani. Tidak usah kebut-kebutan sama Bus Eka, Mira apalagi Sumber Kencono yang terkenal gila. Berharap aku bisa menghabiskan sisa umurku menikmati ketentraman kota Selatan Jatim. (berharap.net)

*Raja jalanan Jatim. Mendingan Ngalah ama Bus Arogan ini.

Setelah beristirahat cukup lama di rumah si diajeng. Jam 20.00 tepat, si Pio kembali memecah kesunyian jalur Blitar-Candi Penataran-Ngancar-Wates. Kali ini saya melewati sabo dam alias tanggul buat lintasan aliran lava dingin Gunung Kelud.Sepiiiiiii.... bener-bener sepi, ditambah suasana gelap. wah, ngebut sajalah..

*sabo Dam

Jam 20.45 setelah ngebut-ngebut ria via jalur Wates-Plosoklaten--Pare, karena takut kemaleman, akhirnya sampai juga di Pare.
Btw, besoknya baru ngeliat Odometer. Odometer menunjukkan posisi 135 km. Wihh, deket banget. Saya yang biasanya PP Pare- Bojonegoro saja, bisa mencapai 300an km.

Dan, saya pun ingin kembali mengulang ber touring adventure via Jalur selatan kapan-kapan lagi.

Touring dengan Accu Mati??

Demi menjalankan sebuah pekerjaan. Mau nggak mau saya harus berangkat pagi itu. (hahaha, kok puitis bahasanya). Perasan malas berkecamuk, karena saya harus menaiki si Pio yang notabene mati sistem kelistrikannya.
Berangkat pagi-pagi dari Pare masalah belum ditemui, namun ketika sampai Tembelang, Jombang ada masalah. Biasalah para selononger hampir aja saya tabrak dari belakang. Damn, dah mati-matian mencet tombol bel kok gak nyala. Untung langsung keingetan bahwa main switch rusak. (hahahaha...).

Selama cek kondisi tanaman padi di kabupaten Bojonegoro, saya masih merasa aman-aman saja. Toh, saya banyak melewati jalur persawahan, yang notabene klakson dan sein tidak begitu diperlukan. Apalagi melewati beberapa kuburan tua.(hiiii...)
*si Pio lagi markir di kuburan
Begitu mau balik ke Kediri sudah malam. Untung, sistem kelistrikan lampu Scorpio terpisah dari accu. Maksudnya, diambil dari alternator/AC. Wih,, untung masih ada lampu utama. Apa jadinya jika lampu utama si Pio seperti sitemnya Mega Pro, tiger apa V-ixion.

jadi kesimpulannya :
  1. Mengendarai motor dengan accu mati (tanpa sein, klakson, lampu rem ) sangatlah tidak nyaman. Karena faktor safety berkurang drastis.
  2. Ya, harus segera pesan ke Dealer untuk ganti main switch yang original. (saya pesan 1 minggu kemudian, dan barang ready 3 hari setelah pemesanan dengan harga Rp.167.000).

Touring ke Gunung Kelud

Dengan berbekal hanya 1 botol air minum ukuran 600ml , kami bertiga meluncur ke Gunung Kelud. Jarak Gunung Kelud tidak begitu jauh, karena kami berangkat dari kantor yang berada di Kec.Plosoklaten, yang berjarak kurang lebih 45km. Saya sebetulnya sudah pernah kesana, namun perjalanan kali ini lebih berkesan dikarenakan naik motor. Mampu nggak sih Si Pio melahap jalur penanjakan? berboncengan lagi.

Mulai memasuki wilayah kecamatan Ngancar. hamparan kebun nanas tersaji di sebelah kanan dan kiri jalan. Kurang lebih perjalanan selama 30 menit kita sampai d Loket pintu masuk. Kita bertiga dengan 2 Motor ditarik Restribusi Rp.18.ooo,-. Saya kurang tahu tentang per tarifnya, karena saya lebih kesengsem sama mbak yang jaga loket.hehehe...

Kita istirahat sejenak, sekaligus mencoba "Misterious Road". Namun, kita menganalisa lain tentang fenomena anti gravitasi tersebut. Kita coba lirik kemiringan jalan. secara kasat mata terlihat jalan tersebut mendatar, namun mata jeli kita menangkap bahwa jalan tersebut memang miring dengan sudut yang kecil. Sehingga, jelas saja motor yang kita pakai bisa meluncur. (silahkan disanggah jika tidak setuju). CMIIW.

(misterious road)

Kita sempatkan juga mengambil beberapa foto di beberapa tempat, biasalah. :b
Setelah membayar Rp.2.000 untuk restribusi parkir, kita langsung menuju Tunnel/terowongan. terowongan tersebut gelap. Kita hanya bisa melihat seberkas cahaya dari ujung. Konon, terowongan yang menembus Puncak Gunung Gajah Wungkur tersebut dibangun pada tahun 1940 oleh Jepang. Namun, ada sumber lain yang menyebutkan dibangun 1951 dan berfungsi sebagai jalan pembuangan lahar.

Ada sesuatu yang saya yakin tidak banyak orang tahu. Bahwa di tengah-tengah terowongan sepanjang 1 Km ini, di sebelah kiri jika kita masuk, ada sebuah lorong berpintu yang menuju entah kemana. Lorong tersebut sangat panjang dan jauh menembus kedalam tubuh gunung. Begidik kita bertiga melihatnya. (ada yang tahu enggak tentang terowongan tambahan ini?)
(japan tunnel)

Hampir copot nih kaki menanjak 504 anak tangga (kita hitung bersama2 loh)untuk sampai di puncak atau Gardu Pandang anak Gunung Kelud. Dari puncak terlihat pemandangan yang indah dan lepas ke segala arah. Subhanallah... Maha besar engkau Ya Allah. Indah sekali pemandangan dari atas. Apalagi jika menikmati tebing terjal di sebelah selatan kawah yang terlihat begitu indah, laksana tempat bertapanya si kera sakti Sun Go Kong (hahahahahhhaa....)

(tebing sun go kong)

Kita memaksakan diri untuk turun dari gardu pandang, karena sudah mulai turun hujan, kabut tebal dan angin kencang = badai. Hanya semangat ingin mencari semangkuk Mie rebus telor yang maknyosslah yang membuat kaki yang masih lelah ini ,tetap mampu dipaksakan melangkah turun.

Nikmatnya, segelas Joshua menemani lahapan Mie telur rebus, tahu goreng dan kerupuk. Tak lupa cabe utuh 2 butir masuk perut. Keringat mengucur deras. Hangat dan Nikmat.
Akhirnya, acara uklam-uklam alias jalan-jalan harus kita sudahi karena hari menjelang sore. Sedikit info, bahwa gerbang Gunung Kelud ditutup dan dikunci rapat/ digembok pada pukul 17.00. Sehingga kunjungan ke anak Gunung kelud dibatasi dari jam 08.00-16.00.
(gerbang yg berjarak 2.5 Km dari pusat kawah/ anak Gunung Kelud)

masih ada lokasi wisata laindalam 1 komplek anak Gunung Kelud ini :

Berikutbeberapa Link yang bisa menambah informasi tentang Anak Gunung Kelud.

http://wisatakediri.indonesiatravel.biz/paket-wisata/fenomena-munculnya-anak-gunung-kelud/
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/31320/anak-gunung-kelud-fenomena-keajaiban-alam

Menikmati Selatan Jatim



Disaat jenuh dengan aktivitas, jalan-jalan ke tempat baru mungkin bisa dijadikan sarana yang pas untuk merefresh otak. Berharap muncul kembali ide-ide segar, saya dan seorang teman berkeliling ke selatan Jawa Timur bagian barat yaitu kota Blitar dan Tulungagung. di Kota Blitar, Tak banyak yang akan saya ceritakan tentang kota Patria ini, karena kita hanya berputar-putar saja. Setelah 1 jam berputar-putar tanpa tentu arah, kita putuskan untuk berwisata ke Pantai Popoh.

Kita berdua sebenarnya tidak tahu secara pasti letak pantai tersebut. Berbekal insting dan ingatan masa SD dahulu, kita tetap nekad untuk berangkat. Untungnya, petunjuk jalan menuju kesana terpampang jelas. Selama perjalanan beberapa kali kita sempatkan bertanya kepada penduduk. Alahamdulillah, kita sampai di tujuan pukul 11.00.
Untuk tiket masuk kita diwajibkan membayar Rp.3.000,- per orang dan Rp.2000,- untuk kendaraan roda 4.
Pantai Indah Popoh (PIP) adalah Pantai alam yang berbentuk Teluk (Pantai Teluk) di pesisir Laut Selatan (Samudra Indonesia) dengan pesona dan kekhasan tersendiri yang jarang ditemui di daerah - daerah pantai lainnya sehingga pantai ini mampu memberi rasa nyaman, aman, dan rasa rindu untuk datang kembali berwisata bagi para wisatawan. Kekhasan pesona Pantai Indah Popoh ini dapat dimulai dari hembusan udara / angin yang khas, angin laut yang datang tidak secara langsung masuk tetapi diterima perbukitan yang mengirimkan angin gunung. Hal ini dikarenakan karena kondisi Pantai Indah Popoh ini yang terletak antara perbukitan pantai teluk (menjorok masuk ke daratan).
Karena letak geografis pantai ini yang masuk ke dalam, maka pengaruh gelombang Laut Selatan yang terkenal ganas menjadi lembut dan tenang. Kondisi ini memungkinkan bagi para wisatawan untuk bercengkerama dan berwisata sepanjang Pantai Indah Popoh dengan aman tanpa terusik ganas dan bahayanya ombak laut selatan. Demi menjaga kenyamanan dan keamanan para wisatawan maka terdapat pula gardu pandang agar para wisatawan dapat menikmati ganas, dan indahnya ombak Laut Selatan, selain itu juga disediakan tempat peristirahatan untuk menyaksikan dan menikmati ombak tersebut dengan aman dan nyaman serta bersih.
Tidak semua pantai Laut Selatan mempunyai goa alam, tapi tidak demikian dengan Pantai Indah Popoh. Goa Alam ini mampu memberi kepuasan bagi para wisatawan karena dapat langsung menyentuh dan menikmati ganas dan indahnya Samudra Indonesia secara bebas sekaligus kalau anda beruntung anda dapat menikmati secara dekat atraksi-atraksi ikan paus bercengkerama di tengah laut Selatan.
Di Pantai Indah Popoh dilengkapi dengan sarana penginapan, pasar ikan, wisata bahari dan beberapa tempat yang asyik untuk memancing. Setiap bulan Suro(Muharam) diselenggarakan Upacara "Labuh Semboyo". Masih dikawasan Pantai Popoh anda dapat menikmati obyek wisata " Reco sewu" dan laut bebas. Di sepanjang perjalanan menuju Popoh(Boyolangu, Campurdarat, Besuki) terdapat pula kerajinan batu onix sebagai souvenir khas Tulungagung. Kita dapat menggunakan motor boat untuk menelusuri pantai Sidem, Klatak, Gemah dan Bayeman sebagai arena sampingan selain menikmati keindahan Pantai Indah Popoh ini.
Fasilitas yang disediakan untuk para pengunjung Pantai Indah Popoh ini sangatlah memuaskan, misalkan dengan pengadaan area parkir yang luas sehingga sangat memungkinkan menampung kendaraan / mobil cukup banyak, memberi kemudahan, kenyamanan, dan keamanan serta kelancaran saat masuk dan keluar dari Taman Wisata Pantai Indah Popoh.
Terdapat pula Pendopo Agung yang sangat tepat sebagai sarana tempat penyelenggaraan acara resepsi, seminar / rapat yang didukung dengan perangkat sound system yang lengkap. Dengan bentuk joglo terbuka, para peserta seminar / para penggunaan Pendopo Agung dapat menyelenggarakan acara sambil menikmati suasana Pantai Indah Popoh secara langsung dan bebas serta nyaman.
Di kawasan ini terdapat pula panggung kesenian dengan luas ± 140 m², sebagai sarana tempat penyelenggaraan acara-acara baik tradisional maupun modern secara optimal. Untuk anak-anak juga telah disediakan fasilitas untuk bermain yang cukup representatif, dan akrab dengan dunia anak-anak dalam satu areal yang cukup luas, sehingga bisa memberikan kebebasan, kenyamanan, kebahagiaan yang tepat bagi anak-anak dan keluarga anda selagi menikmati keindahan wisata Pantai Indah Popoh. Kalaupun anda berminat untuk menginap di kawasan wisata ini anda dapat menggunakan fasilitas villa yang dilengkapi dengan kamar mandi air tawar langsung dari sumbernya. Villa ini juga bertempat di areal yang nyaman dengan keindahan alam yang segar, bersih, dan asri serta menghadap langsung ke laut, sangat tepat sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga.
Selain itu kawasan wisata Pantai Indah popoh ini juga mempunyai berbagai rumah makan ataupun restoran dengan sajian hidangan beraneka ragam yang dijamin kebersihan dan kesehatannya. Untuk kenang-kenangan anda dapat mengunjungi berbagai kios souvenir dan juga berbagai ragam aksesoris khas daerah pantai yang unik dan menarik, sangat tepat sebagai buah tangan dan kenang-kenangan bagi para wisatawan.

Surga Belanja Spare Part Variasi di Madiun

Bagi anda penyuka modifikasi, pastinya haram banget liat tampang standart dari pabrikan. Karena tampang banyak yang ngembarin, motor desain asli pabrikan akan menambah keruwetan ketika akan mengambil motor di parkiran. Pada kembar melulu..qiqiqi..
Anggapan seperti ini jelas tak akan berlaku jika anda naik motor, semacam Ducati atau Yamaha R-1.hahahaha..

Well, setelah lama berkutat di kota Malang. dan selalu menuju Malang sebagai rujukan untuk mencari aksesories modifikasi. Saya beberapa bulan ini, mencoba hunting aksesories motor di kota kelahiran saya Madiun.

Ada beberapa referensi buat anda :
1. Wisnu Motor.
Toko ini mirip supermarket aksesories motor. Bisa dibilang sangat lengkap dan tinggal memilih alias swalayan, Walau anda mesti dikawal salah satu pegawainya. Dari stang, raiser, ban, velg, handle, rem cakram 1 set, kalipernya, sarung tangan Scoico, body protector, sampai spare part standart semua ada. Tinggal liat isi dompet saja, mau pilih dan beli yang mana dan apa. Ada uang beli yang kualitas wahid, yang pas-pasan ya bisa disesuaikan.
Neh tempat, emang mampu menguras tabungan saya..hahahaha..

Di depannya juga disediakan bengkel kecil untuk layanan pasang langsung aksesories yang sudah anda beli.
sedikit catatan minor : a)jika anda membeli aksesories dari toko lain, maka mereka tidak mau memasangkan, walau kita dah nawarin mampu membayar. b)Kerjaan mekanik di bengkel ini kurang rapi, alias terkesan yang penting terpasang.
Toko ini terletak di depan Fire Dischotique, Jl, Cokroaminoto.
*si Pio ketika dioperasi wajah di Wisnu Motor
2. Cokro Motor.
Terletak di sebelah selatan Wisnu Motor atau cuma tersekat oleh Toko Oli. Inilah toko pionir dalam aksesories dan modif-memodif motor di kota Madiun. Sejak dari saya SMP (thn 1997an) nih toko sudah ada. Di toko yang terletak di depan Dealer Kawasaki ini, anda bisa order modif juga. Meskipun spare part/ aksesories dibeli dari toko lain.
Selain kerjaannya rapi, harganya bisa diatur.. Untuk kelengkapan,hmm.. saya nggak bisa liat-liat kaya toko sebelah (wisnu motor). So, tanyakan saja pada mbak-mbak cantik pelayan tokonya.
Disini saya akhirnya mampu menemukan rumah kunci Scorpio variasi, setelah muter-muter mengobok-obok Kota Kediri dan Madiun.

3. 73 motor.
Toko ini terletak di sebelah Dealer Suzuki, juga di daerah Jl. Cokroaminoto. saya memang kurang familiar, karena barang yang dipajang cukup eklusive alias yang mahal-mahal. Toko ini juga berjualan Minerva. Bagi anda penggila Minerva, baik 250, Madass, atau R 150 VX, tersedia di toko ini. Bulan depan (Juni 2010) saya ingin mencoba berbelanja peninggi monocross Scorpio. semoga ada info tambahan..

4.Toko Besi Joyo(Njoyo).
Pasar besi yang diapit jalan menuju Pilangbango dan perumahan Dumai tersebut juga menawarkan banyak pilihan bagi anda penyuka modifikasi bolt on. Terletak di los pasar belakang/ pintu masuk lewat di Jl. Slamet Riyadi. Disana anda akan disuguhi aksesories bolt on. Well, sulit juga bila anda tidak bisa memasang sendiri. Karena mereka hanya menjual saja. Untuk pasang memasang seingat saya ada 1 toko dengan bengkel yang terletak didepan.CMIIW

Ganti nafas baru (*Karburator) Part 1.


Setelah merasa tersiksa selama hampir 1 bulan akibat gejala mbrebet. Akhirnya keputusan final adalah... Ganti Karburator baru. Utuh 1 set.

Gejala mbrebet dimulai beberapa minggu kemarin ketika perjalanan pulang dari Touring kecil ke Surabaya. Setelah menikmati wisata religi ke Masjid Akbar Surabaya. *AG 5019 BA mampir ke Masjid akbar*
Scorpio saya pacu kembali ke arah Pare. loh.. kenapa nih motor, nafasnya kok tersengal-sengal. Karena masi bisa jalan, Scorpio saya geber terus. Walaupun sore itu kemacetan tak terelakkan di Jalur Jalan A.Yani Surabaya. Walhasil, walau perlu teknik khusus, nyetir di kemacetan dgn tetap mempertahankan RPM main di kitiran 4000rpm sampai juga di Pare.

Gejala mbrebet ini diakibatkan karena ada 3 buah lubang sebesar mata jarum (sangat kecil) di karet vacum. Setelah mencari beberapa info dari web Scorpioholic yang digawangi bro Aryo. Kita saling bertukar pendapat via YM dan didapat kesimpulan yang sama dengan Mekanik Toha dari Dealer Tri Jaya Motor Pare, maka saya pun mengakali lubang yang ada dengan cara memberi Lem besi( Alteco).

Caranya adalah sbb :
kita kasih lem karet vacum yang ada lubangnya tersebut, kemudian segera dikasih bedak/ Abu rokok. walhasil, lubang tadi akan segera tertutup kembali, dan Scorpio bisa melenggang kembali.

Sayang, setelah berjalan sekitar 2 minggu, gejala mbrebet dan susah dipanasin pada pagi hari mulai muncul kembali. dan Acara hunting karburator pun dimulai..

Saya coba bertanya ke dealer Yamaha. untuk karet vakum karburator pio yang kirip kerjanya dgn karbu Mio, sekarang dibanderol Rp.671.000,- (Mei 2010). Sedangkan bila utuh 1 set seharga Rp.971.000,- . Alamakkkk.. mahalnya..
saya mencoba mencari alternatif lain. Di (link) tersebut diutarakan beberapa solusi. Namun, karena banyak pertimbangan akhirnya niat tersebut saya urungkan dahulu, sambil mencari ide-ide ngakalin yang lain.

Me-Nyaman-kan dan Me-Standart-kan kembali Scorpio 2005 (part 1)

Standart bawaan pabrik adalah posisi ditengah-tengah, antara kenyamanan dan ketidak nyamanan. Bisa jadi, karena kebutuhan dan selera, setelan ergonomi standart dr pabrikan dianggap kurang nyaman atau malah kelewat nyaman.

Demi mengejar gaya, beberapa kali ubahan pada scorpio 2005 milik saya dilakukan. Sayang, ubahan tersebut malah tidak membuat nyaman. Mumpung, moment Touring sedang giat-giatnya, alias lagi seneng-senengnya. Ubahan yang mengurangi kenyamanan berkendara jauh, saya modif supaya lebih comfort, minimal menjadi standart lagi.

1. Stang/ steer.
Dulu pertama kali mengadopsi stang Ninja 150R atau Thunder tubular yang agak membungkuk. walhasil touring pertama ke Purwokerto menjadi tidak nyaman. Ster menjadi berat. Gampang limbung jika lewat jalan berpasir/ becek. Efek jangka panjang, pinggang ama pundak jadi gampang capek. Di Purwokerto saya ganti dengan Model ster baplang/Trail. Keren seh tetapi kelamaan, kerasa juga capeknya.
akhirnya Ster Standart bawaan Mega Pro yang saya beli seharga 35 ribu, sangat terasa ergonomis. Ditambah adapter :membuat posisi ster pas dengan postur tubuh saya yang tinggi.

2.Shock absorber.
Skok depan saya pendekin. Biar kelihatan ceper, dan juga lebih keren. Bila kita melihat dari depan motor scorpio standart, maka akan tecrlihat ruang kosong yang lebar antara tangki dan roda. Kelihatan seperti jangkung, gak padet berisi seperti honda Tiger. Namun, penambahan Oli skok, membawa konsekuensi berat. Entakan/ goyangan dari roda depan sangat terasa di tangan. Apalagi saya sering melewati jalur Bojonegoro dan Tuban yang bergelombang. Rem depan pun kurang bisa menggigit karena skok tidak mampu menyerap tenaga momentum dari massa motor dan ridernya. So, skok akhirnya saya standartin. Saya serviskan di Gg.Rahayu kota Kediri, karena tempat tersebut adalah langganan Scorpio saya (2X servis monoshock). Cukup dengan Rp.25.000, - . Info, Untuk Kapasitas standart skok depan Scorpio adalah sebagai berikut : Scorpio-Z Spoke 252 ml, Scorpio-Z CW 244 ml.

3. Ban.
Saya masih mengadopsi pelek standart DID, plus ban lebar swallow x-worm 110 depan dan 120 di belakang. Sayang.. hal tersebut menambah berat. Sehingga tarikan menjadi semakin loyo. Rencana kedepan (part 2) mau saya ganti Ring 17 Alumunium, plus ban dengan lebar 100 dan 110 untuk depan/belakangnya.

4. Dengan semakin nyamannya motor, GPS Super Spring mungkin sudah bisa saya pasang..hehehe..


5.Alat keamanan tambahan.
Anjrit dah tuh maling. Scorpio saya hampir ludes dibawa kabur. Alhamdulillah ada yang nmergokin. si maling yang membawa mio kaburrrrr...
Mau gak mau harus mengganti dengan model baru. Model Nazi. Plus ada tambahan gembok cakram. Maunya pasang remote alarm, tapi kelewat mahal seh. Remote juga ditakutkan akan rusak, karena saya memang full suka adventure."rumah kunci bawaan pabrik yang acuk-adut gara2 maling sialan"
"rumah kunci variasi model Nazi, semoga aman"

next :Ninggikan dan membuat monoshock belakang se'empuk Yamaha Yz 250. Sang mekanik di gg.rahayu sudah menyanggupi. kedua, mengganti karet pompa vacum yang ampun mahalnya (Rp.600 ribu). moga ada rejeki lebih...

Rain Touring (again)

Malang bukanlah tempat yang asing. Berkali-kali saya jalani touring kesana , karena Malang adalah hometown kedua setelah Madiun.

Siang itu lumayan terang, setelah preparing ransel, Scorpio langsung unjuk gigi meluncur dari Pare. Jalur Kediri-Malang untuk musim hujan seperti sekarang memang rawan longsor. Saya menemui 4 titik longsor, untuk lokasinya saya memang tidak hafal namanya, walau sudah 10 tahunan wira-wiri.

Di daerah sebelum Pemandian Dewi Sri Pujon saya berhasil mengambil gambar perilaku sebagian masyarakat kita yang masih belum sadar akan Safety Riding..
mengemudi tanpa helm ( Diambil dr kamera HP :p.. g safety jg buat saya)

mereka sekeluarga, tanpa helm semua.. nah, dijalur ini sering ditemui masyarakat sekitar yang tidak memakai helm. Meskipun berkali-kali sering ada razia, kayaknya perilaku tersebut sulit diubah.

Perjalanan memang lebih lama sekitar 30 menit, karena terjebak beberapa kali kemacetan di lokasi longsor dan sejuknya udara pegunungan membuat konsentrasi agak menurun. Jalur Pare (kediri)- malang biasanya bisa ditempuh selama 1,5 jam dengan motor.

Mumpung sudah 2 minggu tidak pulang Malang. Saya dan teman-teman berencana jalan-jalan. Puas bermain di BNS (Batu night spectacular) kami meluncur menikmati Nasi ceker di depan Carrefour A.Yani malang (dulu Alfamart). Sempat mampir sebentar di depan kampus UMM, karena teman saya janjian ketemuan dengan sesama penghobis Scooter.
Warung yang terletak di depan Carrefour atau seberang Telkom Malang, memang buka malam hari. Menu nasi ceker, sayap, sayur lodeh dan ampela ati menggugah selera warga Malang. buktinya semakin malam semakin ramai saja warung tersebut.

Kami berlima berniat melihat geliat bro bikers dari kota Malang pada malam itu. Sayang, karena cuaca hujan, kami cuma melihat ada 5 motor Bro Scooter di depan Museum Brawijaya dan yang lumayan ramai adalah bro Tiger di dekat Pesawat jalan Soekarno Hatta. Lainnya mungkin lagi Tiarap..hahaha...

Keesokan harinya, setelah menyelesaikan segala sesuatu urusan di kota tersebut. Saya bersama 4 teman lainnya meluncur kembali ke Pare. Bro Didik dan Arifin dengan Satria FU nya, bro Imam dengan Supra nya, Bro Yusron dengan Supra fitnya, dan bro fajar dan Aam dengan Mega Pro merahnya. Walaupun hujan, kami ber8 tetap meluncur menerobos jalur Pujon- Ngantang-Kasembon. Tips-tips touring saat hujan pun terpraktekkan (link ini)

Cuaca gelap menambah kewaspadaan saya, hampir ada insiden kecil dengan bro Arifin. Dia hampir tertabrak truk pengangkut Susu karena terlalu memaksakan memotong jalan (yach namanya juga bro Arifin si rider jarang touring keluar kota :p) safety Firs bro..

Walaupun kami sedikit agak ngebut.Alhamdulillah.. Kami semua selamat sampai di Pare pada pukul 7.30an. Kami sempatkan sejenak mampir ke warung tahu telor Mbak Ni , karena hujan membuat kita semakin lapar.

Sebenarnya selama perjalanan saya ingin mencoba GPS baru, sayang karena belum ada "pad" yang kuat di ster motor, saya takut jatuh.

sedikit info : Hari Kamis sebelumnya di jalur tersebut, terjadi perampokan Mobil. lihat berita selengkapnya disini.

TIPS Berkendara dan Touring di Musim Hujan

Indonesia yang beriklim Tropis mengenal 2 musim, yaitu Musim kemarau dan Penghujan. Di bulan April ini, di wilayah saya (Jatim) masih masuk bulan Penghujan. Hujan bisa turun setiap saat, bahkan disaat pagi hari atau siang yang terik.

Resiko kehujanan pasti mengancam setiap Bikers. Termasuk juga saya yang tidak setiap hari memakai mobil.

Berikut beberapa Tips Touring disaat hujan, berdasarkan pengalaman pribadi.

PERSIAPAN SEBELUM HUJAN
1. Siapkan motor anda untuk melibas air. Hal tersebut meliputi;
  • Karburator. Idealnya Filter karburator tidak anda lepas atau anda ganti dengan model terbuka. Karena resiko uap air masuk sangat tinggi. Uap air bisa menyebabkan uap bensin tercampur air dan mengakibatkan terganggunya proses pembakaran.
  • Sistim pengapian. Sekarang memang sudah jaman CDI. Kalau toh para Bikers yang masih menggunakan Platina itu sedikit. Pengapian perlu kita lindungi dari Air. Dari mulai CDI sampai Spurk Plug/ tutup busi. Pakailah yang masi rapat. Bila karet penutup di Spurkplug sudah getas, baiknya anda ganti dengan yang baru.
  • Alur ban. Alur ban yang sudah mulai berkurang dan tipikal ban racing, tentunya sedikit rawan untuk diajak kebut-kebutan disaat hujan. Bila perlu, carilah ban yang alurnya mampu membuang air.
  • Tekanan angin ban. Tekanan angin ban yang terlampau keras bisa menyebabkan cengkraman roda berkurang karena ban cenderung membulat. Contohnya, untuk Scorpio saya pakai tekanan 30 psi untuk depan, dan 35 psi untuk belakang.
  • Kelistrikan. Lampu utama, lampu belakang, dan sein sangat penting sekali, terutama disaat hujan. lampu-lampu tersebut membantu menunjukkan keberadaan kita terhadap bikers/ pengguna jalan lain.Jangan lupa juga reflektor bila perlu.
  • Rem. Rem yang terlampau pakem bisa mengakibatkan roda mengunci dan terpeleset. setel standart sajalah.
2. Persiapan pengendara dan barang bawaan.
  • Klo fisik anda lelah dan memaksakan diri touring disaat hujan, maka perbanyaklah istirahat di tempat aman bila sudah mulai merasakan kondisi konsentrasi menurun.
  • Pakailah kaca helm yang bening, bukan berwarna hitam atau pelangi. Karena disaat hujan penglihatan kita otomatis berkurang.
  • Pakai baju berwarna terang. Warna terang juga bisa kita peroleh dari warna helm, jas hujan, tas backpack atau juga cover backpack.
  • Lebih aman, pakailah Jas Hujan model Two Pieces, bukan batman/ponco. Sering saya mendengar ada kecelakaan gara-gara jas hujan ponco terjerat jari-jari roda atau kendaraan lain. Warna terang sangat disarankan.
  • Amankan barang bawaan dari hujan. Selalu bawa tas kresek besar minimal 3 buah. 1 untuk barang2 besar, kedua dompet dan hp atau barang berharga lain, ketiga untuk mengamankan sepatu.
  • Cover Bag untuk backpack yang dijual di Gearshop bisa jadi pilihan, tapi bukan pula jaminan. Karena beberapa hari yg lalu, berkas-berkas saya hancur akibat derasnya hujan. warna terang juga dianjurkan. harganya bervariasi, dari Rp.25ribu untuk kapasitas 25 liter sampai 100an untuk kapasitas yang lebih besar.
  • Memang rawan juga berkendara tanpa memakai sepatu, sebisa mungkin, bila anda sudah mengira akan hujan, Bawalah sepatu cadangan yang biasa-biasa sajalah, yang bisa diajak berbasah-basah ria.
PERILAKU SELAMA BERKENDARA
3. Perilaku selama berkendara.
  • Jadilah bikers yang selalu mengutamakan Responsible riding (saling menghargai).
  • Bila hujan deras, tidak ada salahnya anda menyalakan lampu utama. Sebagai penanda keberadaan anda.
  • Kurangi kecepatan bila melewati genangan. Genangan air bisa mengakibatkan efek aquapanning(bener gak sih tulisannya spt itu??). siapa tahu juga di genangan tersebut ada lubang besar yang siap membuat anda terpelanting. nahhh lo!!!
  • Hati2lah terhadap rel kereta api. Usahakan anda melewati dalam posisi tegak lurus/ memotong. Posisikan diri anda serileks mungkin dan konsentrasi. Untuk menghadapi kemungkinan terpeleset.
  • Kondisi hujan pada malam hari, mampu mengurangi penglihatan kita sekitar 50%. Oleh karena itu, jadikanlah kendaraan lain atau garis putih marka jalan sebagai patokan.
  • Buta sesaat. Kondisi hujan, seringkali memaksa bikers dan kendaraan lain untuk menyalakan lampu jauh (dim)/ tambahan yang sangat mengganggu pengendara yang berlawanan arah. Segera beri tanda sein ke kanan, kode dengan lampu jauh sebentar dengan maksud agar dia mengubah menjadi lampu utama biasa. Kurangi kecepatan. Bila kendaraan lawan tetap tidak mau, baiknya mengalah atau bila ngotot kita nyalakan saja lampu dim kita.. hahaha.. emang enak??
  • Pastikan, barang bawaan sudah aman. Anda tak mau selalu khawatir dengan keadaan barang bawaan anda khan?? karena itu bisa mengganggu konsentrasi anda berkendara.
  • Ada lagi, bila anda mau memakai jas hujan. Carilah tempat berhenti yang aman dan nyaman.. Ingat, siapa tahu anda berhenti di suatu daerah rawan. Pada saat itu anda pasti terfokus untuk segera memakai jas hujan. Waspadalah!! waspadalah!!!
SESUDAH SAMPAI DI TUJUAN
4. Sesudah hujan.
  • Segera siram dengan air biasa (sumur/ PDAM) motor kesayangan anda. Air hujan bisa menyebabkan korosi/berkarat pada kendaraan.
  • Bila sempat, bisa langsung anda cuci motor.
  • Jas hujan,baiknya juga diperlakukan sama. Bahan jas hujan juga bisa berjamur bila anda diamkan. baiknya langsung anda jemur.
Info tambahan :
1. Di pasaran dijual Helm anti fog/kabut. setahu saya merk seperti AGV, Arai, Shoei atau Nolan sudah ada. (gambar helm diambil dari Blog mas 3)
2.Bila anda penyuka hiking. Jaket tebal anti air, ct: Cartens Adventure, spt punya saya, bisa dijadikan alternatif jas hujan untuk tubuh bagian atas. tanpa harus repot berganti jas hujan sewaktu hujan.

Tips diatas berdasarkan pengalaman pribadi. Bila kurang, tidak ada salahnya anda menambahi sendiri.
Safety riding and Responsible Riding First!!!!

Merk dagang apapun, yg tersebut/Gambar diatas adalah karena penulis memakai dan mempunya barang tersebut. Penggambaran tsb supaya jelas. Tidak ada sangkut pautnya dengan Marketing/ Promosi dari Merk tertentu.

ada yg nitip iklan neh. : jas sepatu hujan

Tersesat gara-gara Garmin.

Berbekal pengalaman dan insting berkendara, menjelajah wilayah baru menjadi hal sangat menarik untuk dilakukan.

Selama kuliah di Malang, saya seringkali pulang-pergi dengan motor Prima 89. sewaktu itu jalur yang saya pakai adalah Madiun-Kertosono-Perak-Sembung(Stasiun)-Gudo-Ngoro-Kandangan-Malang. Pernah juga saya melewati Jalur2 lain yang tentunya lebih pendek Kertosono-Purwoasri (arah Ayam Panggang Bangi)- ambil kekiri-Tembus Kandangan. dus, banyak yang lainnya.. tentunya sensasi mencari jalan tembus masih saya lakukan, selain mendapat pengetahuan tentang wilayah baru, jalan tersebut bisa dijadikan jalan alternatif ketika suatu saat kita terjebak kemacetan atau jalan yang di barikade.

Setelah hampir 1 dekade kemudian, mendapat E71 yang dilengkapi dengan GPS dan Nokia Maps membuat rasa penasaran menjadi semakin tambah dengan jalur-jalur baru dan wilayah2 baru. Mumpung Gratisan, fungsi GPS sy paksa kerja keras untuk menjelajah wilayah Tuban dan Bojonegoro. Sayang, aplikasi tersebut hanya diberikan gratis selama 3 bulan, setelah masa pakai 3 bulan Nokia meminta untuk hrs membayar mahal. jiahh.. sapa yg mau.

Untung ada Aplikasi Garmin yang bisa diinstalkan ke E71. Berikut Link dari Giest Blog. (http://www.giest.org/) Di blog tersebut disajikan secara lengkap dan mendetail, baik sofware aplikasi maupun cara instalasi.
"Tratataaaaa..... Garmin sudah bisa.":ayuk:
Garmin memberikan akses yang lengkap terhadap info SPBU, Tempat2 fasilitas umum, baik Bank, Sekolah, Kantor-kantor Pemerintahan dan termasuk juga situs-situs bersejarah. Tapi tidak selamanya Garmin memberikan Garansi kepada kita untuk mencarikan jalan yang terpendek atau tercepat. Pertama kali memakai malah kesasar gara2 Peta di Garmin, yakni ketika menjelajah dari kecamatan Plosoklaten, Kediri menuju Kecamatan Gurah, Kediri. Hal ini disebabkan karena Garmin hanya menyertakan jalan umum, tidak terdapat di dalamnya jalan tikus apalagi jalan kelinci..wakakakakkk..

Jadi jika anda memang sudah mengenal daerah tersebut lengkap dengan gang-gang, jalan tembus atau shortcutnya mending anda lebih mempercayai pengalaman daripada sebuah peta.

Seru sekali mendengar kata "recalculating" ketika beberapa kali waktu melewati jalan tembus.. Hal ini disebabkan karena garmin mencoba mencocokkan jalan yang ada di database dgn kondisi real kita berada.

Setidak-tidaknya Garmin membantu memberikan gambaran daerah yang kita lalui selama perjalanan, daerah di sekitarnya dan daerah yang akan kita lewati. Sehingga kita tak akan merasa di dunia lain yg belum kita kenal.


GPS bernama Garmin, sebuah Peta, Kompas dan walkie talkie info lantas, hanyalah sebagai alat bantu. jika Tersesat dan ragu-ragu, bertanyalah pada warga sekitar yang sekiranya dapat anda percaya. Sedikit sok tahu ketika bertanya juga diperlukan agar tidak ditipu oleh orang yang berniat jahat, so jangan lupa melirik peta dan garmin anda dahulu sebelum bertanya.:gatau:
Kalau ini mah namanya Garcot/ Garkem. bukan Garmin..
(garcot = garmin cocot, garkem = garmin cangkem alias tanya.. :p)

Cobalah untuk sesekali mencari jalur baru daripada yg anda lewati selama ini. Dan rasakan sensasinya!!! Salam Adventure..

The most exciting dan the Nyusahin, Scorpio Z..


Yang menyenangkan dgn motor Scorpio...
1. Bisa tahu daerah-daerah/ kota di Jawa Tengah. dari mulai Jogja, Sragen, Banyumas, Kebumen, Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Semarang, Salatiga..
2. Tahu jalur tercepat dari Kediri ke Brebes..
3. Bisa ngeledek motor lain yg larinya lemottt.... Peace:ngacir:
4. Bisa nyoba nyetir motor 130 KPJ @7000 RPM. benernya pgn lebih..tapi dah ngeri.
5. Bisa touring minimal 1 minggu 1 kali ke Bojonegoro, Tuban atau Malang.
6. Mengantarkan cari Rezeki tiap harinya.
7. Irit pula. 1 liter = 30-35 km.
8. Jarang disuruh berhenti ama Polantas jika ada Razia.

Yang nyusahin...
1. Berat... 2 kali luka lecet waktu nahan si Pio jatuh ke Kanan.:nyerah:2. Oli bawaan. YamahaLube keok.. so pake Shell Advance SX 800ml x 2 botol skr. jadi boros, 1 bulan sekali ganti.
3. Kurang lincah diajak manuver, apalagi kalau pake steer nya Ninja.