About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

PEMBANGUNAN vs PILKADA

Boro-boro memperhatikan saluran air yang mampet pada musim penghujan, pemkot dan media sibuk menyoroti pembangunan median jalan di depan MOG.
Melalui surat pembaca (Malang Watch) bpk.Nur Wachid jl.Klampok Kasri gang II, mengeluhkan pembangunan median jalan di jalan kawi yang sempit.

Protes tersebut bila dinalar benar adanya,seperti yang anda tahu, kondisi lalu lintas
di kota Malang semrawut, karena kesadaran berlalu lintas yang baik kurang,semua main serobot,angkot berhenti seenaknya, ngetem seenaknya, dimanapun bisa jadi tempat parkir dadakan,bahkan ulah calo parkir yang menghadang di tengah jalan, bisa membuat anda marah. Dan otomatis jika disandingkan dengan kondisi jalan di Malang yang hampir semuanya sempit (sibuk bangun Mal dan Ruko),maka akan mudah muncul kesemrawutan tersebut.

Berbeda menurut beliau dan media, saya mendukung pembuatan median tersebut. Separator
atau median di tengah jalan tersebut, sebagai bentuk rekayasa lalu lintas yang permanen terhadap antisipasi kesemrawutan lalu lintas di depan MOG. Yang ujung- ujungnya akan membuat macet jalan Kawi. Dalam Media Radar Malang, Jum'at 6 juni 2008 Dishub menjawab. Bahwa pembangunan median akan memanjang sampai perempatan kawi-ijen. sehingga konsumen yang akan berbelanja ke MOG dari arah timur akan memutar dulu ke arah barat (bundaran depan rumah dinas walikota).

Kembali ke masalah saluran air, di awal musim kemarau ini(walau hari Senin, 9 juni 2008, hujan masih menyapa) tidak ada perbaikan atau pembangunan saluran air yang terencana. coba bandingkan jika awal musim penghujan nanti. Maka Pemkot akan rame-rame memperbaiki saluran air. Inilah tipikal orang Indonesia yang harus diiubah.
sikap acuh terhadap antisipasi. Coba sekali waktu anda lewat jalan pandjaitan, khususnya di depan rumah pompa Dinoyo (betek), di depannya persis tidak ada saluran air. agak sebelah timur memang ada avore, tetapi letak lubang avore lebih tinggi dari badan jalan. secara nalar-logika bahkan ilmu bodoh.
Apakah aliran air menuju ke atas? seharusnya avore lebih rendah dari badan jalan.

Bulan depan, akan diadakan Pilkada untuk memilih Walikota Malang.
Semoga dengan makin maraknya pembangunan mal, ruko, sempitnya ruang terbuka hijau, kasus taman kunir, jalan yang semakin sempit, suhu yang semakin panas, sebaiknya warga malang bijak memilih walikotanya. Bukan hanya karena mampu menaikkan pamor Klub Arema, tetapi yang lebih penting adalah wajah kota kita 5 tahun mendatang.

Karena Malang bukan cuma jalan ijen atau veteran yang indah, tetapi juga jalan di kedung kandang yang rusak.
Karena Malang bukan cuma mal dan ruko, tetapi juga ada taman-taman yang belum semuanya dirawat.
Karena Malang bukan cuma Madura, tetapi juga ada Cina dan pendatang lainnya.
Karena Malang bukan cuma Muharto, tetapi ada juga Gading.
Karena Malang bukan cuma Arema!!!...
Karena Malang bukan cuma Bola...
Semoga Adipura yang terlepas bisa diraih kembali...

0 komentar: