About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Festival Malang Kembali 2008 (1st day)

Tadi sebagian besar stand masih banyak yang belum dibuka. Beberapa stand makanan yang sudah buka mulai dijubeli pembeli. Sekitar 10 dokar terparkir rapi di depan gereja ijen, siap mengantar anda menikmati suasana “tempo doeloe” di sepanjang Jalan Ijen. Tahun kemarin, tarifnya Rp.30.000. Mungkin tahun ini naek jadi Rp.50.000-an per bendi per putaran.

"Mau naek Dokar mbak???, Gratis deh buat mbak..."

Siang hari ini, 22 Mei 2008, memang belum begitu banyak stand di area Festival Malang Kembali (FMK) yang buka. Tetapi istirahat makan siang ini, saya luangkan waktu untuk menikmati makan di Area FMK. Seremonial pembukaannya baru pukul 18.30 malam nanti dibuka.
Well, nasi uduk plus sambel tempe, oseng-oseng daun pepaya, tewel (gudeg) dan telur asin menjadi menu yang menggiurkan siang ini. Ternyata rasanya, nyummm... lumayan lah. Yang gak lumayan ketika totalan biayanya, eits... Rp.10.000,- . Mahal jika dibandingkan, jika anda masuk arena FMK dari arah simp-ang balapan, di kanan kiri dapat anda lihat Nasi pecel, nasi jagung atau nasi uduk Cuma Rp.3500 – 5.000. Jauhhh banget!! Besok aja deh saya kesitu.


hhhmmm....... Nyamm,nyammmm.....

Seperti tahun sebelumnya, stand Toko Oen, salah satu toko tertua dan terkenal di Malang ini, membuka stand di pojok depan Gereja Ijen. Sangat sesuai dengan latar belakang bangunan gereja ijen yang tua. Di berbagai pojok area terdapat panggung-panggung, antara lain panggung Ludruk di dekat patung Trip (d/h Jalan salak), panggung Keroncong di sebelah utaranya, panggung Islami yang menutup Jalan Dempo dll.


" PANGGUNG ISLAMI :salah satu panggung dalam FMK 2008"

Dengan menikmati permen gulali.. hmmmm... Saya melihat-lihat wayang kulit, kayaknya gak asli tuh. Keliatan banget.


" ada gak yang wajahnya mirip anda???"

Ada yang jualan kerajinan tangan. Baju tempo dulu, nah buat ibu-ibu yang suka kebaya atau batik, mumpung neh... gak usah jauh-jauh cari ke Pasar Klewer Solo. Baju beskapan ama blangkonnya wonten, perangko dan uang keluaran thn 1980 ke belakang, kuno juga ada dong. Yang terutama menarik ya makanan tradisionalnya, ada cenil, gulali, rokem, tebu, sego empok, gatot, gaplek,mbothe, uwi, gedang godhog dan kacang rebus, wuakehh....


"glali"

Setelah dirasa cukup (cukup dong...dah Jam 2 Neh!!!!!, Kantor ntar Sepi...) kita Mejeng Dulu dong...

" Hiks.. hiks... Kok aku gak ada seh???"

Itu tadi belum semua lokasi loh... belum waktu malam. Pihak panitia sudah mempersiapkan 600 ublik (lampu miyak tanah), untuk menambah suasana jadul. Sayang sekali, malam ini saya lagi males....

1 komentar:

Anonymous said...

iya wes.., mbesok tak nyusul nonton FMK.
Nyari bau doeloe :D